Rooftop Prince episode 15
Park ha tertegun, aku di Joseon juga?
Aku sangat gembira bertemu denganmu, sangat gembira!
Park Ha tersenyum, jadi kita bertemu saat di Joseon?
Yi Gak mengangguk, kita bukan hanya bertemu, tapi kita dulu sangat dekat. Kau dipanggil Bu Yong.
Park Ha : Benarkah? Namaku adalah Bu Yong? Orang seperti apa aku saat di Joseon?
Yi gak berkata kalau Bu Yong tidak berani menatapnya dari dekat dan hanya mengikuti Yi Gak dari jauh.
Park ha kesal, kenapa? kenapa aku tidak bisa mendekat dan terus menjaga jarakku?
Yi Gak : bukankah sudah kubilang, kalau Bu Yong adalah adik Putri Mahkota? Demi Putri Mahkota yang masuk istana di usia muda, Bu Yong juga ikut masuk istana. Seperti itulah Bu Yong.
Bu Yong akan mengatakan padaku gosip yang terjadi di luar istana, atau cerita2 menarik yang ia dengar. Meskipun aku sudah mendengar cerita yang sama dari orang lain, tapi cerita itu selalu lebih menarik jika Bu Yong yang menceritakan-nya padaku.
Aku suka membuat teka-teki dan meminta orang untuk memecahkannya. Tidak peduli betapa sulitnya teka-teki yang kubuat, kau selalu memiliki jawaban dan akan membuatku terinspirasi.
Yi Gak mengingat lagi saat ia mengajukan pertanyaan pada Bu Yong : "Apa yang mati tapi hidup dan hidup tapi mati?"
Yi Gak komen, kalau mengingat waktu itu, aku lebih banyak menghabiskan waktu berbicara denganmu daripada dengan Putri. Saat aku berbicara denganmu, aku merasa sangat nyaman. Tapi kau benar2 berbeda sekarang dibanding dulu. Saat di Joseon kau adalah pembimbing yang pintar dan hebat.
Yi Gak tampak puas, aku merasa dengan menemukan kalau kau adalah Bu Yong, aku sudah menyelesaikan satu teka-teki lain.
Tapi Yi Gak hanya ingin pergi berdua saja, ia memberi kode dengan jarinya. Menunjuk Park Ha, lalu menunjuk dirinya sendiri hahaha..
Park Ha mematikan TV dan berkata mereka seharusnya mematikan TV sesekali, tagihan listriknya tinggi sekali. Park ha minta mereka baca buku saja. Yong Seol langsung mengiyakan.
Chi San mengingatkan janji mereka melihat kembang api di pinggir sungai bersama. Tapi Park Ha berkata mereka tidak bisa pergi malam ini.
Se Na tanya apa saat Jang memberikan cincin untuknya sebelum ke HK, apa Jang sudah merasa kalau ia adalah putrinya.
Jang ikut saja dengan permainan Se Na, ia mengiyakan. Mungkin memang begitu.
Se Na berkata setelah menerima cincin Jang, ia terus memikirkan Jang.
Jang : In Joo..
Se Na : Ya?
Jang menguji Se Na : Namamu, In Joo adalah gabungan dari nama ayahmu, Park In Chul, dan namaku Jang Sun Joo. Menjadi In Joo.
Se Na yang tidak tahu kalau Jang mengujinya, berkata ia ingat Ayah menceritakan itu padanya. Dia mengatakan itu beberapa kali, jadi aku mengingatnya.
Jang terlihat sedih, dalam hati ia berpikir : Se Na, itu tidak benar. Nama In Joo muncul dari kesalahan penulisan Jin Joo (mutiara)
Se Na : Ada apa?
Jang berkata ia merasa lelah dan ingin istirahat. Se Na mengerti dan mengantar Jang ke kamarnya.
Se Na berkata tidak ada, ia hanya ingin bisa sering2 bertemu Jang
Jang mengiyakan, ia bersedia bertemu Se Na lagi besok. Lalu Se Na pamit pulang.
Kenapa bisa ada orang dengan sifat iri seperti ini ya. Apa karena dia dibuang sejak kecil, jadi ada bibit dengki di dalam hatinya. Bibit tidak diinginkan akan menumbuhkan kedengkian.
Hahaha curang..kencan diam-diam :)
Park ha dan Yi Gak setengah lari ke arah sungai tempat orang-orang duduk menikmati pertunjukan kembang api. Banyak pasangan kekasih dan keluarga muda menghabiskan waktu disitu.
http://2.bp.blogspot.com